Semalam di Batam

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman menginap semalam di kota Batam, kota terbesar di propinsi Kepulauan Riau. Saya pergi ke Batam dalam rangka kerja (tugas negara hehehe…), memenuhi undangan diskusi salah satu Kementrian. Saya berangkat bersama 3 kawan yang lain, acara di Batam dimulai pukul 09.00 sehingga untuk menghemat biaya penginapan kami memilih terbang menggunakan pesawat jam 06.00 pagi dari bandara Soetta, setelah terbang kurang lebih 1 jam 40 menit kami tiba di bandara Hang Nadim Batam dengan menggunakan taksi yang banyak berderet di pintu keluar bandara kami langsung menuju lokasi acara, tidak sampai 30 menit kami tiba di hotel Aston Nagoya Batam (tempat acara berlangsung).

Setelah berbasa-basi (padahal maksudnya mau nitip tas dan koper dikamar mereka wkwkwk..)dengan beberapa teman yang kami kenal dari tempat lain akhirnya acara dimulai, diskusi berlangsung lancar dan menyenangkan tak terasa sudah tiba diakhir acara, sesuai dengan agenda acara jam 17.00 acara diskusi ditutup dan kami menuju hotel tempat kami menginap. nah dari sinilah petualangan dimulai.

Kami menginap di hotel I Nagoya, iya namanya cuma I gitu aja.. hotel yang dibawah manajemen Grand Hyatt termasuk hotel yang bagus, bersih, besar dan lumayan nyaman. Lokasinya gak jauh dari Hotel tempat acara diskusi tadi, naik taksi online cuma 11 ribu rupiah aja dan taksipun cepat didapat.. setelah cek in dan menyimpan barang-barang kami langsung menuju Nagoya Hills mall yang kebetulan berada dibelakang hotel I ini, ada jalan penghubung lewat pintu belakang jadi seolah-olah mall itu adalah halaman belakang hotel ini, jadilah kami cuci mata sambil mempersiapkan diri besok untuk berburu oleh-oleh.

Malam ini kami ingin makan malam seafood ditemani semilir hembusan angin laut, dari Nagoya Hills kami memesan taksi online menuju kawasan Harbour Bay Batam, suatu kawasan bisnis yang beroperasi sejak tahun 2006 didalamnya terdapat pusat perbelanjaan dan pelabuhan internasional, salah satu pintu ekonomi Indonesia karena setiap orang yang ingin dari dan menuju Singapura menggunakan kapal laut harus melewati kawasan ini. Fasilitas yang disediakan di kawasan wisata ini bisa dibilang sangat lengkap. Dalam kawasan wisata ini dilengkapi dengan berbagai macam wisata bisnis dan kuliner seperti resaturan seafood, tempat karaoke, café, dan pub. Kawasan perbelanjaan seperti mall dan ruko juga ada disini. Selain itu pusat perbelanjaan hypermart juga baru dibangun di kawasan ini.

Disini kami menikmati makan malam seafood ditemani semilir angin laut, tak terasa 4 jam kami lalui sampai kami tersadar bahwa hari sudah menuju tengah malam dan kami bergegas kembali ke hotel. lagi-lagi saya berterima kasih dengan taksi online yang sangat dengan mudah dan cepat bisa kami dapatkan sehingga bisa segera tiba di hotel untuk beristirahat.

makan malam sambil menikmati semilir angin laut

Esok harinya setelah sarapan yang lumayan banyak karena menu sarapan yang disajikan hotel I ini lumayan banyak macam dan jenisnya rasanya pun enak, sehingga cukup menambah tenaga kami untuk hunting oleh-oleh di “halaman belakang” hotel, Nagoya Hill mall hehehe.. Aneka ragam produk fashion ada disitu dari yang tiruan sampai yang orisinil juga ada, yang tiruan juga beragam macamnya mulai dari harga puluhan ribu hingga puluhan juta ada disatu mall ini, tak perlu menyebrang ke Singapura kalo disini saja kami sudah menemukan semua yang kami inginkan kan?.

Masih dikomplek Nagoya ini juga, ada satu Mesjid yang bagus namanya Mesjid Jabal Arafah, mesjid yang dirancang sebagai masjid yang modern dengan banyak fungsi, beroperasi sejak tahun 2012 ini kini sudah menjadi salah satu pusat wisata religi kota Batam, mesjid dengan bentuk kubah beton berlubang-lubang, serta pencahayaan yang artistik, ditanami pohon buah-buahan serta kolam ikan hias, sangat “instagrammable” bagi pengunjung. Dari lantai 2, 3, dan 4, jamaah dapat melihat langsung kubah dan birunya langit cakrawala, karena semua “tembus pandang – transparan”. Tersedia juga teropong jauh, untuk melihat panorama Batam, serta kaki-langit cakrawala Singapura dan Malaysia, dengan gedung-gedung tinggi, dan kapal dagang besar lalu-lalang di Selat Singapura. Akhirnya kami menikmati sholat disini, kebetulan pada saat itu sedang ada pengajian dengan penceramah terkenal dari ibukota.

Selepas Sholat kami cek out dari hotel menuju tempat makan siang, kali ini kami diajak makan siang oleh sahabat lama saya yang kebetulan tinggal di Batam, kami diajak makan di restoran yang menyediakan makanan asli Batam “Luti Gendang”, menurut cerita sipemilik restoran nama luti gendang ini pertama kali disebut oleh seorang juru masak peranakan China Melayu di Anambas. Pada mulanya bernama roti gendang. Tetapi kebanyakan dari etnis Tiongkok tidak bisa menyembutkan kata roti dengan sempurna. Maka dari itu jadilah sebutan luti gendang sampai sekarang. Luti gendang ini biasanya diisi ikan, ayam atau udang yang diberi bumbu tertentu sehingga rasanya gurih nikmat.

jumpa sahabat lama jaman kuliah dulu..

Selesai makan siang kami langsung menuju bandara Hang nadim, setelah mendapatkan boarding pass kami menuju ruang tunggu penumpang karena pesawat kami dealay maka jadilah kami berjalan-jalan diseputaran ruang tunggu yang ternyata didominasi oleh penjual luti gendang, jadilah kami membeli luti gendang itu untuk buah tangan orang-orang tercinta dirumah hehehe..

Luti gendang alias roti goreng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s